Smartphone adalah barang yang sudah tidak lagi menjadi benda sekunder bagi kehidupan, bahkan sekarang sudah menjadi kebutuhan primer. Hal itu bukan dikarenakan harga smartphone yang murah sehingga masyarakat dapat mendapatkan barang canggih itu dengan gampang namun smartphone adalah alat yang digunakan untuk bekomunikasi dan mengakses internet. Fitur media sosial yang ada dalam smartphone ini menjadikan semua penggunanya betah berjam-jam berada di depan layar smartphone, serta menjadikan mereka kecanduan.
Dampak
yang ditimbulkan kecanduan smartphone tidak hanya pada fisik user atau
pengguna, namun akan berdampak pada psikologinya juga. Beberapa contoh dampak
kecanduan smartphone yang sering terjadi adalah FoMO (Fear of Missing Out) atau merasa takut tertinggalan moment atau
informasi berharga karena tidak hadir secara firtual. Maksudnya adalah rasa keinginan
untuk selalu tahu kondisi seseorang atau kejadian tertentu dengan mengakses
media sosial. Selain itu ada dampak lain yang akan dirasakan terhadap user
seperti rasa candu ingin selalu menyentuh smartphon yang sering disebut dengan
NFT (Need For Touch). Kondisi ini
akan diperparah dengan sulitnya mengendalikan antusiasme penggunaan fitur-fitur
menarik di dalam smartphone dikarenakan sudah mengalami kecanduan.
Data Digital Yearbook Report
pada tahun 2019 menunjukkan jumlah pengguna media sosial di Indonesia terus
meningkat, mencapai rata-rata 15% per tahun. Hampir 150 juta dari 268,3 juta
orang Indonesia adalah pengguna media sosial aktif. Rata-rata setiap orang
memiliki 11,2 akun. Intensitas rata-rata waktu harian yang dihabiskan untuk
menggunakan media sosial melalui smartphone di
Indonesia adalah 3 jam 26 menit. Angka ini lebih tinggi dari angka global,
yaitu hanya 2 jam 16 menit. Artinya penduduk Indonesia sudah melebihi batas
penggunaan smartphone secara global dan menjadikan Indonesia meyoritas
masyarakatnya sudah kecanduan akan penggunaan smartphone.
Dilansir dari alodokter.com,
ciri-ciri seseorang sudah kecanduan menggunakan smartphone dia akan
memiliki ciri buruk dalam segi fisik dan psikologisnya. Dalam ciri-ciri fisik,
orang yang sudah kecanduan menggunakan smartphone akan memiliki masalah
pada pengelihatannya, terlihat lemas karena kurang istirahat dan biasanya
terjadi nyeri pada bagian tertentu. Sedangkan ciri-ciri buruk pada psikologi
pada seseorang yang sudah ketergantungan pada smartphone diantaranya:
menjadi orang yang kurang bisa mengolah emosi, menjadi mudah marah dan panik,
sering stres, merasa kesepian karena tidak melakukan komunikasi dengan orang
lain, sulit fokus dalam belajar atau bekerja dan banyak ciri yang lain.
Sebelum kita menjadi manusia
smartphone karena kita tidak bisa jauh dari benda satu ini, ada beberapa
tips yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Dalam laman halodoc.com ada 3 cara
yg bisa dilakukan untuk mengurangi kecanduan kita pada smartphone, berikut
ulasannya:
1. Perbanyaklah
bersosial dengan orang lain
Sering
seringlah berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar, seperti keluarga, teman
dan rekan kerja. Jadwalkanlah liburan bersama atau waktu khusus yang bisa
digunakan untuk melakukan interaksi. Ketika kamu sudah ada waktu bersama
cobalah untuk menyimpan smartphonemu agar tidak merusak suasana
komunikasi. Bicarakan hal-hal yang menarik dan buatlah suasana menjadi hangat. Dan
yang perlu digarisbawahi “Jangan sampai smartphone menjauhkan orang terdekat
yang sudah ada di depan mata”. Lalu jangan sampai kamu merasa sendiri karena
itu akan menyebabkan kesepian dan berujung pada bermain smartphone lagi.
2. Matikan
smartphone sebelum tidur
Mematikanlah
smartphone antara 30-60 menit sebelum kamu tidur. Hal itu akan membuatmu
tidur dengan lebih cepat dan lelap sehingga ketika bangun kamu akan merasakan kondisi
fisik yang lebih bugar. Lakukan kebiasaan ini mulai dari sekarang meski masih
sulit dilakukan.
3. Hapus
beberapa aplikasi candu
Pasti
semua orang mempunyai aplikasi di dalam smartphone yang sering dibuka. Aplikasi-aplikasi
inilah yang menjadi candu bagi penggunanya. Jika kita sudah sampai kecanduan,
ada baiknya untuk menghapus aplikasi tersebut guna mengurangi kecanduan. Alihkan
waktu luangmu untuk melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat seperti membaca
buku atau koran.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar