Stress
umumnya dapat dirasakan ketika kita berada dalam suatu tekanan atau kesulitan
akan menghadapi sesuatu. Stress ini akan membawa dampak positif dan negatif. Dampak
positif dari stress adalah dengannya kita bisa bergairah mencapai tujuan dari
target yang kita inginkan, namun negatifnya dapat berdampak negatif pada
kesehatan. Stress yang berkepanjangan atau kronis (sangat berat) akan memberikan
efek negatif pada kesehatan fisik dan mental (Unicef,
2016). Dari artikel yang dibuat oleh Luciana (2021), efek negatif stress pada kesehatan
fisik antara:
1. Sistem saraf
Dalam
otak terdapat sistem saraf pusat yang tugasnya mengatur respon dari stress. Salah
satu nama organ dalam otak yakni hipotalamus. Hipotalamus ini tugasnya
adalah memberikan sinyal kepada kelenjar adrenal (kelenjar hormon) untuk
melepaskan hormon stress adrenalin dan kortisol. Hormon inilah yang
meningkatkan detak jantung untuk mengirimkan darah ke seluruh tubuh. Maka tidak
heran jika kita mengelami stress maka kita akan merasa deg-degan. Untuk yang
memiliki riwayat sakit jantung akan sangat membahayakan jika mengalami stress
kronis. Saat jantung berdebar dengan cepat tekanan darah menjadi tinggi dan
kemudian akan menimbulkan aliran darah tidak normal dan menimbulkan gangguan
pada organ jantung. Tekanan darah tinggi inilah yang menjadi pemicu serangan
jantung, gagal jantung hingga penyakit stroke (Hapsari, 2022).
2. Pernapasan
Secara tidak
langsung ketika mengalami stress, kita akan berpernapas lebih cepat. Hal ini disebabkan
karena tubuh membutuhkan banyak darah yang mengandung banyak oksigen untuk
dialirkan ke seluruh tubuh. Untuk orang yang memiliki riwayat penyakit asama
ketika dia mengalami stress yang tinggi maka akan membuat penderita semakin
sulit untuk bernapas.
3. Pencernaan
Stress dangan
jangka waktu pendek akan menyebabkan kehilangan napsu makan dan proses
pencernaan menjadi lebih lambat. Sedangkan stress pada tingkatan kronis akan
memicu masalah Gastrointestinal (Gi) seperti konstipasi, diare, dan sakit
perut.
4. Sistem kekebalan
tubuh
Tingkat
stress yang tinggi akan menyebabkan tubuh menghasilkan hormon kortisol terus
menerus. Kandungan hormon kortisol yang tinggi menyebabkan tubuh kebal akan
hormon kortisol dan akibatnya akan mengganggu atau menurunkan kerja imunitas
tubuh (Hutahuruk,
2021). Tidak heran bila orang yang terkena
stress kronis akan rentan terkena virus atau jika memiliki penyakit maka dia
akan lebih lama dalam proses penyembuhannya.
Dari beberapa
penyakit yang sudah disebutkan di atas, tentunya kita tidak ingin mengalaminya
bukan. Berikut adalah beberapa tips untuk mengtasi stress.
1. Cari tahu apa
penyebab stress
Kita haruslah
mengetahui penyebab dari stress yang kita rasakan. Dengan mengenali penyebab
stress tersebut kita akan bisa mengurangi stress yang terjadi menjadi lebih
ringan. Misal kita berada pada iklim pekerjaan yang hectic, maka kita
bisa mengambil jatah cuti untuk melakukan refreshing sebelum kembali fokus
pada pekerjaan. Menurut dr.
Pittara (2022) menuliskan dalam artikel yang dimuat
dalam Web ALODOKTER menyebutkan beberapa faktor yang bisa menyebabkan stress
sebagai berikut.
a) Keluarga yang tidak harmonis
b) Peristiwa yang membuat trauma
c) Penyakit berjangka lama (kronis)
d) Kesenjangan ekonomi
e) Lingkungan yang tidak aman, seperti area
konflik
f) Beban pekerjaan
g) Kejadian buruk, seperti perceraian atau
PHK
2. Kenali diri sendiri
Biasanya kita
merasakan stress karena kita memaksakan diri mengerjakan banayk hal atau
sesuatu pekerjaan di luar kemampuan diri. Oleh karenanya kita harus tahu
kemampuan diri kita terlebih dahulu. Apakah nantinya kita mampu melakukan apa
yang kita mau, berapa presentasenya dan bila perlu kita sudah memiliki rencana lain
bila nanti hasil yang kita inginkan tidak berjalan dengan mulus. Lalu kita
haruslah bisa memprioritaskan pekerjaan mana yang lebih penting diselesaikan
terlebih dahulu dengan manajemen waktu yang baik.
3. Mencari teman curhat
Saat
mengalami masalah atau sedang merasa tertekan, sangat normal jika seseorang
mulai menarik diri dan menjadi lebih diam dari biasanya. Umumnya, orang yang
mengalami masalah merasa sulit saat harus menyampaikan apa yang dirasakan dan
merasa bisa menyelesaikan masalah sendiri. Namun, hal ini ternyata malah bisa
membuat keadaan menjadi semakin buruk, terutama terkait kesehatan mental. Bercerita,
menyampaikan masalah, atau meminta pendapat mengenai hal yang sedang dialami
terhadap teman dekat atau anggota keluarga sering menjadi pilihan untuk
mengurangi perasaan stress yang dialami. Beberapa manfaat yang bisa didapat
dari curhat dengan teman adalah memberi rasa tenang, tidak merasa sendirian,
merasa mendapat dukungan dari orang sekitar, mencegah membuat kondisi menjadi
lebih buruk, menemukan bantuan dan perawatan yang tepat untuk mengatasi masalah
tanpa mengganggu kesehatan mental, serta menemukan solusi dari orang sekitar
yang mungkin pernah mengalami hal serupa (Handayani,
2020).
4. Melakukan Me Time
Me Time merupakan kegiatan atau waktu saat
seseorang memberikan ruang khusus untuk dirinya sendiri agar bisa menjadi lebih
tenang tanpa diganggu oleh pekerjaan, tugas, rutinitas, atau orang lain. Selain
kegiatan me time ini berfungsi mengurangi perasaan stress penelitian
psikologi menunjukkan jika me time dapat membantu tubuh untuk me-reboot
otak. Hal ini berguna untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi dan
produktivitas dalam jangka waktu yang panjang. Selain itu, kegiatan ini juga
bisa membantu seseorang untuk lebih bersantai dan beristirahat. Beberapa cara me
time yang sering dilakukan orang pada umumnya adalah membaca buku,
journaling, jalan-jalan, olahraga, atau bersih-bersih rumah (Ananda,
2022).
5. Tidur yang
berkualitas
Berikut adalah
tips yang tidak kalah penting. Dengan kita bisa tidur cukup setidaknya 7-9
jam/sehari semlaam, mengurangi konsumsi kafein dan melihat layar handphone
sebelum tidur, serta bisa menyiapkan daftar to-do-list yang harus kita kerjakan
esok hari. Dengan begitu, hal itu bisa membuat tidur kita lebih nyenyak karena tidak
perlu berpikir akan tugas apa yang harus kita kerjakan keesokan hari.
Dari paparan
di atas, kita sudah sedikit tahu penyebab dari stress dan bagaimana cara
mengatasinya. Harapannya kita lebih bisa memprioritaskan kesehatan dibandingkan
dengan karir atau uang. Uang bisa kita cari ketika tubuh kita sehat, namun bila
kita sudah sakit kita tidak akan bisa mencari uang lagi. Dan ingat bahwasannya
nikmat Tuhan yang tak ternilai harganya adalah kesehatan.
DAFTAR RUJUKAN
Ananda.
2022. Me Time adalah: Alasan, Jenis Kegiatan, dan Manfaatnya.
Gramedia.com. (online),
(https://www.gramedia.com/best-seller/me-time/#:~:text=Adapun manfaat dari
melakukan me,kualitas hubungan dengan orang lain.), diakses .
Barseli,
M., Ifdil, I. & Fitria, L. 2020. Stress akademik akibat Covid-19. JPGI
(Jurnal Penelitian Guru Indonesia), 5(2), 95.
Gunawan,
H., Stie, P. & Makassar, A. 2018. Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan (Kasus pada PT. Semen Bosowa Maros). Bongaya Journal of Research in
Management, 1(2), 56–61.
Handayani,
V.V. 2020. Curhat Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Mental, Ini Alasannya.
(online),
(https://www.halodoc.com/artikel/curhat-bisa-membantu-menjaga-kesehatan-mental-ini-alasannya),
diakses .
Hapsari,
G.P. 2022. Stres Berujung Penyakit Jantung Koroner, Kenapa Bisa?
Kemenkes. (online),
(https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1940/stres-berujung-penyakit-jantung-koroner-kenapa-bisa#:~:text=Tingginya
tekanan darah juga muncul,gangguan pada kerja organ jantung.), diakses .
Hutahuruk,
Y. 2021. manfaat balsam minyak lavender sebagai terapi penurun stres. Profil
kesehatan kab.semarang, 41(6), 1–9.
Luciana,
G. 2021. Stres Ganggu Kesehatan Fisikmu? Hubungan Stres dan Kesehatan Fisik.
Satu Persen. (online),
(https://satupersen.net/blog/hubungan-stres-dan-kesehatan-fisik), diakses .
Pittara.
2022. Stres. Alo Dokter. (online), (https://www.alodokter.com/stres),
diakses .
Unicef.
2016. Apa itu stres? Unicef Indonesia. (online),
(https://www.unicef.org/indonesia/id/kesehatan-mental/artikel/stres), diakses .

