Jumat, 23 Juni 2023

APA ADA HUBUNGANNYA STRESS DENGAN KESEHATAN?


   


         Menurut Barseli et al (2020) stress merupakan respon dari organisme dari tuntutan-tuntutan yang terjadi (Barseli et al., 2020). Tuntutan yang dimaksud bisa berupa kejadian nyata yang telah terjadi atau hal-hal yang mungkin akan terjadi dan dianggap akan menjadi nyata. Sedangkan menurut  Gunawan et al (2018) pengertian stress adalah tekanan dalam kehidupan yang cukup sulit bagi seseorang. Stress ini akan terjadi pada seseorang yang tak mampu memahami akan keterbatasan dari kemampuan dirinya. Ketidak mampuan inilah yang nantinya akan menimbulkan rasa frustasi, gelisah, serta rasa bersalah yang menjadi ciri awal mengalami stress. Apabila kondisi tersebut tidak teratasi maka akan menjadi penyebab dari gangguan satu atau lebih oragan tubuh tidak menjalankan fungsinya dengan baik.

Stress umumnya dapat dirasakan ketika kita berada dalam suatu tekanan atau kesulitan akan menghadapi sesuatu. Stress ini akan membawa dampak positif dan negatif. Dampak positif dari stress adalah dengannya kita bisa bergairah mencapai tujuan dari target yang kita inginkan, namun negatifnya dapat berdampak negatif pada kesehatan. Stress yang berkepanjangan atau kronis (sangat berat) akan memberikan efek negatif pada kesehatan fisik dan mental (Unicef, 2016). Dari artikel yang dibuat oleh Luciana (2021), efek negatif stress pada kesehatan fisik antara:

1.    Sistem saraf

Dalam otak terdapat sistem saraf pusat yang tugasnya mengatur respon dari stress. Salah satu nama organ dalam otak yakni hipotalamus. Hipotalamus ini tugasnya adalah memberikan sinyal kepada kelenjar adrenal (kelenjar hormon) untuk melepaskan hormon stress adrenalin dan kortisol. Hormon inilah yang meningkatkan detak jantung untuk mengirimkan darah ke seluruh tubuh. Maka tidak heran jika kita mengelami stress maka kita akan merasa deg-degan. Untuk yang memiliki riwayat sakit jantung akan sangat membahayakan jika mengalami stress kronis. Saat jantung berdebar dengan cepat tekanan darah menjadi tinggi dan kemudian akan menimbulkan aliran darah tidak normal dan menimbulkan gangguan pada organ jantung. Tekanan darah tinggi inilah yang menjadi pemicu serangan jantung, gagal jantung hingga penyakit stroke (Hapsari, 2022).

2.    Pernapasan

Secara tidak langsung ketika mengalami stress, kita akan berpernapas lebih cepat. Hal ini disebabkan karena tubuh membutuhkan banyak darah yang mengandung banyak oksigen untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Untuk orang yang memiliki riwayat penyakit asama ketika dia mengalami stress yang tinggi maka akan membuat penderita semakin sulit untuk bernapas.

3.    Pencernaan

Stress dangan jangka waktu pendek akan menyebabkan kehilangan napsu makan dan proses pencernaan menjadi lebih lambat. Sedangkan stress pada tingkatan kronis akan memicu masalah Gastrointestinal (Gi) seperti konstipasi, diare, dan sakit perut.

4.    Sistem kekebalan tubuh

Tingkat stress yang tinggi akan menyebabkan tubuh menghasilkan hormon kortisol terus menerus. Kandungan hormon kortisol yang tinggi menyebabkan tubuh kebal akan hormon kortisol dan akibatnya akan mengganggu atau menurunkan kerja imunitas tubuh (Hutahuruk, 2021). Tidak heran bila orang yang terkena stress kronis akan rentan terkena virus atau jika memiliki penyakit maka dia akan lebih lama dalam proses penyembuhannya.

 

Dari beberapa penyakit yang sudah disebutkan di atas, tentunya kita tidak ingin mengalaminya bukan. Berikut adalah beberapa tips untuk mengtasi stress.

1.    Cari tahu apa penyebab stress

Kita haruslah mengetahui penyebab dari stress yang kita rasakan. Dengan mengenali penyebab stress tersebut kita akan bisa mengurangi stress yang terjadi menjadi lebih ringan. Misal kita berada pada iklim pekerjaan yang hectic, maka kita bisa mengambil jatah cuti untuk melakukan refreshing sebelum kembali fokus pada pekerjaan. Menurut dr. Pittara (2022) menuliskan dalam artikel yang dimuat dalam Web ALODOKTER menyebutkan beberapa faktor yang bisa menyebabkan stress sebagai berikut.

a)    Keluarga yang tidak harmonis

b)    Peristiwa yang membuat trauma

c)    Penyakit berjangka lama (kronis)

d)    Kesenjangan ekonomi

e)    Lingkungan yang tidak aman, seperti area konflik

f)     Beban pekerjaan

g)    Kejadian buruk, seperti perceraian atau PHK

2.    Kenali diri sendiri

Biasanya kita merasakan stress karena kita memaksakan diri mengerjakan banayk hal atau sesuatu pekerjaan di luar kemampuan diri. Oleh karenanya kita harus tahu kemampuan diri kita terlebih dahulu. Apakah nantinya kita mampu melakukan apa yang kita mau, berapa presentasenya dan bila perlu kita sudah memiliki rencana lain bila nanti hasil yang kita inginkan tidak berjalan dengan mulus. Lalu kita haruslah bisa memprioritaskan pekerjaan mana yang lebih penting diselesaikan terlebih dahulu dengan manajemen waktu yang baik.

3.    Mencari teman curhat

Saat mengalami masalah atau sedang merasa tertekan, sangat normal jika seseorang mulai menarik diri dan menjadi lebih diam dari biasanya. Umumnya, orang yang mengalami masalah merasa sulit saat harus menyampaikan apa yang dirasakan dan merasa bisa menyelesaikan masalah sendiri. Namun, hal ini ternyata malah bisa membuat keadaan menjadi semakin buruk, terutama terkait kesehatan mental. Bercerita, menyampaikan masalah, atau meminta pendapat mengenai hal yang sedang dialami terhadap teman dekat atau anggota keluarga sering menjadi pilihan untuk mengurangi perasaan stress yang dialami. Beberapa manfaat yang bisa didapat dari curhat dengan teman adalah memberi rasa tenang, tidak merasa sendirian, merasa mendapat dukungan dari orang sekitar, mencegah membuat kondisi menjadi lebih buruk, menemukan bantuan dan perawatan yang tepat untuk mengatasi masalah tanpa mengganggu kesehatan mental, serta menemukan solusi dari orang sekitar yang mungkin pernah mengalami hal serupa (Handayani, 2020).

4.    Melakukan Me Time

Me Time merupakan kegiatan atau waktu saat seseorang memberikan ruang khusus untuk dirinya sendiri agar bisa menjadi lebih tenang tanpa diganggu oleh pekerjaan, tugas, rutinitas, atau orang lain. Selain kegiatan me time ini berfungsi mengurangi perasaan stress penelitian psikologi menunjukkan jika me time dapat membantu tubuh untuk me-reboot otak. Hal ini berguna untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi dan produktivitas dalam jangka waktu yang panjang. Selain itu, kegiatan ini juga bisa membantu seseorang untuk lebih bersantai dan beristirahat. Beberapa cara me time yang sering dilakukan orang pada umumnya adalah membaca buku, journaling, jalan-jalan, olahraga, atau bersih-bersih rumah (Ananda, 2022).

5.    Tidur yang berkualitas

Berikut adalah tips yang tidak kalah penting. Dengan kita bisa tidur cukup setidaknya 7-9 jam/sehari semlaam, mengurangi konsumsi kafein dan melihat layar handphone sebelum tidur, serta bisa menyiapkan daftar to-do-list yang harus kita kerjakan esok hari. Dengan begitu, hal itu bisa membuat tidur kita lebih nyenyak karena tidak perlu berpikir akan tugas apa yang harus kita kerjakan keesokan hari.

 

Dari paparan di atas, kita sudah sedikit tahu penyebab dari stress dan bagaimana cara mengatasinya. Harapannya kita lebih bisa memprioritaskan kesehatan dibandingkan dengan karir atau uang. Uang bisa kita cari ketika tubuh kita sehat, namun bila kita sudah sakit kita tidak akan bisa mencari uang lagi. Dan ingat bahwasannya nikmat Tuhan yang tak ternilai harganya adalah kesehatan.


DAFTAR RUJUKAN

Ananda. 2022. Me Time adalah: Alasan, Jenis Kegiatan, dan Manfaatnya. Gramedia.com. (online), (https://www.gramedia.com/best-seller/me-time/#:~:text=Adapun manfaat dari melakukan me,kualitas hubungan dengan orang lain.), diakses .

Barseli, M., Ifdil, I. & Fitria, L. 2020. Stress akademik akibat Covid-19. JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia), 5(2), 95.

Gunawan, H., Stie, P. & Makassar, A. 2018. Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Kasus pada PT. Semen Bosowa Maros). Bongaya Journal of Research in Management, 1(2), 56–61.

Handayani, V.V. 2020. Curhat Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Mental, Ini Alasannya. (online), (https://www.halodoc.com/artikel/curhat-bisa-membantu-menjaga-kesehatan-mental-ini-alasannya), diakses .

Hapsari, G.P. 2022. Stres Berujung Penyakit Jantung Koroner, Kenapa Bisa? Kemenkes. (online), (https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1940/stres-berujung-penyakit-jantung-koroner-kenapa-bisa#:~:text=Tingginya tekanan darah juga muncul,gangguan pada kerja organ jantung.), diakses .

Hutahuruk, Y. 2021. manfaat balsam minyak lavender sebagai terapi penurun stres. Profil kesehatan kab.semarang, 41(6), 1–9.

Luciana, G. 2021. Stres Ganggu Kesehatan Fisikmu? Hubungan Stres dan Kesehatan Fisik. Satu Persen. (online), (https://satupersen.net/blog/hubungan-stres-dan-kesehatan-fisik), diakses .

Pittara. 2022. Stres. Alo Dokter. (online), (https://www.alodokter.com/stres), diakses .

Unicef. 2016. Apa itu stres? Unicef Indonesia. (online), (https://www.unicef.org/indonesia/id/kesehatan-mental/artikel/stres), diakses .

Kamis, 15 Desember 2022

Hidup Esensialisme

Hidup Esensialisme

 

 

1.    Pengertian Gaya Hidup Esensialisme

Kita pasti pernah merasakan kalau pekerjaan yang kita lakukan setiap hari tidak ada habisnya. Kita sibuk selama 8 jam kerja bahkan kadang meninggalkan waktu dengan keluarga namun masih belum bisa merasa produktif. Jika kita pernah merasakan hal tersebut maka kita bisa menerapkan Gaya Hidup Esensialisme. Dalam teori ini bukan membahas tentang bagaimana kita memenejemen waktu atau bagaimana kita bisa melakukan hal yang produktif namun disiplin yang sistematis dalam memilih sesuatu dan meninggalkan yang lain. sehingga kita lebih bisa fokus kepada hal-hal yang lebih penting. Gaya hidip esensialisme akan membuat kita punya kontrol atas apa yang kita ingin kerjakan bukan karena paksaan situasi atau kondisi namun kita memilih mana yang akan kita kerjakan.

Gaya Hidup Esensialisme, merupakan gaya hidup yang kita pegang kendalinya. Artinya kita menentukan apa yang mau kita kerjakan bukan hanya mengikuti alur saja. Ketika memilih sesuatu kita harus berpikir dahulu bukan melakukannya dengan spontan. Kita hendaknya membuat satu pilihan penting daripada banyak pilihan namun tidak penting. Sesekali kita coba untuk berhenti melakukan semua hal, berhenti mengiyakan semua orang atas kemauannya maka dengan begitu kita akan bisa lebih fokus dan memberikan hasil yang lebih besar.

Mungkin kita sering melakukan pamer kepada semua orang dengan kesibukan yang kita lakukan, kita mersa kalau kita sibuk dipandang sebagai orang yang produktif. Padahal kesibukan bukanlah tolak ukur dari produktivitas. Padahal, kesibukan merupakan teori tolak ukur yang buruk dari produktivitas. Tolak ukur yang benar dalam penentuan produktivitas adalah kita mampu memprioritaskan hal mana yang bermanfaat bagi kita nantinya. Kita harus berani memilih pilihan yang sulit dan mengorbankan banyak pilihan yang kurang penting demi sedikit hal penting dalam hidup. Jika kita tidak memfokuskan energi kita pada hal yang kita prioritaskan, maka orang lain yang akan mengatur pilihan kita. Pilihan orang lain belum tentu baik bagi kita karena kita yang bisa mengukur kemampuan kita dalam melakukan sesuatu hal dan bukan mereka.

Memang ketika kita hidup, kita akan diberikan pilihan secara alami. Disitu kita berhak memilih dari beberapa pilihan yang telah diberikan. Kadang apa yang kita kerjakan sama pentingnya dengan apa yang kita tidak kerjakan. Maksudnya semua dari pilihan yang kita buat pasti ada konsekuensinya. Jika kita melakukan semua hal apakah hasilnya akan sesuai dengan harapan? Atau kita memilih salah satu pilihan dan fokus menjalankan tugas itu dengan sebaik-baiknya. Ini adalah sebuah dasar pondasi berpikir yang harus kita mengerti dan pahami. Jangan sampai kita terjebak dangan banyaknya pilihan yang banyak namun kehilangan waktu dalam melakukan tugas utama dalam hidup.

Pendekatan Hidup Esensialisme dibagi menjadi tiga tahapan sebagai berikut.

1)    Eksplorasi dan Evaluasi

Dalam tahapan ini, kita banyak-banyak melakukan proses eksplorasi, mendengarkan, berebat, bertanya dan berpikir. Eksplorasi ini digunakan untuk memilah dan memilah kegiatan mana yang akan dijadikan prioritas atau sebaliknya (ditinggalkan).

2)    Hilangkan

Dalam tahapan ini kita berhak memilih dan menghilangkan aktivitas mana yang berhak kita lakukan dan mana yang kita hilangkan.

3)    Jalankan (Implementasi)

Investasikan waktu yang sudah dihemat dalam sebuah kerja dan membuat eksekusi yang semudah mungkin.

Ketiga tahapan diatas adalah satu kesatuan utuh dalam satu siklus yang bergantung satu sama lain.

 


 

2.    Kemampuan Untuk Memilih

Pada tahapan ini seseorang dengan kemampuan hidup esesialisme jika dihadapkan dengan dua pekerjaan maka dia akan menggunakan pemikiran kritis untuk memilih salah satu yang lebih utama dan meninggalkan yang lain untuk bisa fokus dan mendapatkan hasil terbaik. Meninggalkan pekerjaan lain artinya bukan menyerah, namun itu merupakan salah satu proses kehidupan yang memang harus dihadapi supaya kita lebih dewasa dan matang. Dengan memilih salah satu, kita artinya juga tidak boleh menyia-nyiakan apa yang sudah kita pilih dan menjalaninya dengan segala kemampuan yang kita miliki.

Ada sebuah prespektif lain yang mengatakan bahwa “tidak mengerjakan apa-apa atau mengerjakan semua hal adalah tanda dari ketidak berdayaan”. Artinya bahwasannya kita seharusnya memiliki space untuk memilih sesuatu yang kita sudah anggap penting bukan menjadi pribadi yang pasif karena ketidak tahuan akan sesuatu ataupun kita mengerjakan semua pekerjaan karena tekanan dari orang lain.

Pernahkah kita merasa sangat bingung dengan banyaknya pekerjaan yang harus kita lakukan? Apakah pernah kita merasakan karena terlalu banyaknya pekerjaan menjadikan kita sampai tidak tahu mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan akhirnya sampai tidak melakukan pekerjaan itu sama sekali?. Untuk mengatasi tekanan atas pekerjaan yang kita lakukan kita membutuhkan space to design atau ruang cukup untuk menenangkan diri, fokus dan melihat pekerjaan mana yang akan kita kerjakan dari berbagai sisi. Kita setiap hari harus meluangkan waktu untuk melakukan space to design supaya kita bisa melepaskan kebingungan dari banyaknya tugas atau rutinitas yang ada. Yang kedua, space to concentrate. Space ini adalah waktu yang kita butuhkan untuk berpikir. Sesibuk apapun jadwal perkerjaan yang kita lakukan hendaknya kita harus mampu menyisipkan waktu untuk berpikir tentang prioritas memilih. Ketiga, space to read. Dalam space ini kita bisa membaca-baca banyak literatur baik itu penelitian, koran atau buku-buku bacaan yang relevan untuk memperkaya pengetahuan kita tentang suatu sebelum kita memilihnya. Dalam tahap ini pula  kita memerlukan kondisi lingkungan yang mendukung untuk terciptanya pikiran yang tenang dan kritis.

 

3.    Berlatih Berpikir Esensialisme

Secara singkat esensialisme kita artikan sedikit tapi lebih baik. Dalam pilihan ini kita  berperan sebagi editor bagi kehidupan kita dengan memilih hal yang esensial dan menghindari hal yang kurang esensial. Cara berlatihnya adalah dengan pola pikir ninety % rule, cara ini dilakukan dengan melakukan penilaian pada beberapa pilihan dengan satu kriteria penting. Lalu berikan skor dengan rentangan 0-100 pada pilihan yang ada. Jika hasil yang didapatkan kurang dari ninty (90) maka tinggalkan pilihan itu dan pindah pada pilihan yang melebihinya. Untuk memudahkan dalam memilih priotitas, terdapat 4 Kuadran yang harus kita ketahui.

1)    Penting dan mendesak.

Dalam kuadran ini kita hanya boleh memasukkan hal-hal yang penting dan mendesak yang harus dikerjakan pada saat itu. Hal yang harus dihindari pada kuadran ini adalah menunda-nunda waktu.

2)    Dua Penting namun tidak mendesak.

Pilihan kedua ini adalah memasukkan hal-hal yang dianggap penting dan mengerjakannya sedikit demi sedikit. Dalam kuadran ini kita harus membuat jadwal penyelesaian program agar bisa selesai tepat waktu.

3)    Mendesak namun tidak penting.

Pada kuadran kita memasukkan hal-hal yang kita anggap mendesak namun sifatnya tidak penting. Dalam hal ini kamu bisa bertanya pada teman apakah dalam pekerjaan ini bisa diwakilkan atau tidak.

4)    Tidak penting dan tidak mendesak.

Dalam kuadran ini yang sering kita terjebak didalamnya seperti aktivitas memainkan media sosial ketika jam kuliah atau rapat, menggosip dengan teman atau sibuk di depan smartphone tanpa ada tujuan yang jelas.

 

“Dalam hidup kita harus memilih. Bukan masalah mempersempit pilihan kita namun kita harus memberikan prioritas yang bermanfaat untuk kehidupan kita sendiri, bukan orang lain”.

 

Pelajari materi lengkapnya di Channel Si Kutu Buku




Minggu, 11 September 2022

MANUSIA SMARTPHONE


MANUSIA SMARTPHONE

      Smartphone adalah barang yang sudah tidak lagi menjadi benda sekunder bagi kehidupan, bahkan sekarang sudah menjadi kebutuhan primer. Hal itu bukan dikarenakan harga smartphone yang murah sehingga masyarakat dapat mendapatkan barang canggih itu dengan gampang namun smartphone adalah alat yang digunakan untuk bekomunikasi dan mengakses internet. Fitur media sosial yang ada dalam smartphone ini menjadikan semua penggunanya betah berjam-jam berada di depan layar smartphone, serta menjadikan mereka kecanduan.

            Dampak yang ditimbulkan kecanduan smartphone tidak hanya pada fisik user atau pengguna, namun akan berdampak pada psikologinya juga. Beberapa contoh dampak kecanduan smartphone yang sering terjadi adalah FoMO (Fear of Missing Out) atau merasa takut tertinggalan moment atau informasi berharga karena tidak hadir secara firtual. Maksudnya adalah rasa keinginan untuk selalu tahu kondisi seseorang atau kejadian tertentu dengan mengakses media sosial. Selain itu ada dampak lain yang akan dirasakan terhadap user seperti rasa candu ingin selalu menyentuh smartphon yang sering disebut dengan NFT (Need For Touch). Kondisi ini akan diperparah dengan sulitnya mengendalikan antusiasme penggunaan fitur-fitur menarik di dalam smartphone dikarenakan sudah mengalami kecanduan.

Data Digital Yearbook Report pada tahun 2019 menunjukkan jumlah pengguna media sosial di Indonesia terus meningkat, mencapai rata-rata 15% per tahun. Hampir 150 juta dari 268,3 juta orang Indonesia adalah pengguna media sosial aktif. Rata-rata setiap orang memiliki 11,2 akun. Intensitas rata-rata waktu harian yang dihabiskan untuk menggunakan media sosial melalui smartphone di Indonesia adalah 3 jam 26 menit. Angka ini lebih tinggi dari angka global, yaitu hanya 2 jam 16 menit. Artinya penduduk Indonesia sudah melebihi batas penggunaan smartphone secara global dan menjadikan Indonesia meyoritas masyarakatnya sudah kecanduan akan penggunaan smartphone.

Dilansir dari alodokter.com, ciri-ciri seseorang sudah kecanduan menggunakan smartphone dia akan memiliki ciri buruk dalam segi fisik dan psikologisnya. Dalam ciri-ciri fisik, orang yang sudah kecanduan menggunakan smartphone akan memiliki masalah pada pengelihatannya, terlihat lemas karena kurang istirahat dan biasanya terjadi nyeri pada bagian tertentu. Sedangkan ciri-ciri buruk pada psikologi pada seseorang yang sudah ketergantungan pada smartphone diantaranya: menjadi orang yang kurang bisa mengolah emosi, menjadi mudah marah dan panik, sering stres, merasa kesepian karena tidak melakukan komunikasi dengan orang lain, sulit fokus dalam belajar atau bekerja dan banyak ciri yang lain.

Sebelum kita menjadi manusia smartphone karena kita tidak bisa jauh dari benda satu ini, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Dalam laman halodoc.com ada 3 cara yg bisa dilakukan untuk mengurangi kecanduan kita pada smartphone, berikut ulasannya:

1.    Perbanyaklah bersosial dengan orang lain

Sering seringlah berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar, seperti keluarga, teman dan rekan kerja. Jadwalkanlah liburan bersama atau waktu khusus yang bisa digunakan untuk melakukan interaksi. Ketika kamu sudah ada waktu bersama cobalah untuk menyimpan smartphonemu agar tidak merusak suasana komunikasi. Bicarakan hal-hal yang menarik dan buatlah suasana menjadi hangat. Dan yang perlu digarisbawahi “Jangan sampai smartphone menjauhkan orang terdekat yang sudah ada di depan mata”. Lalu jangan sampai kamu merasa sendiri karena itu akan menyebabkan kesepian dan berujung pada bermain smartphone lagi.

2.    Matikan smartphone sebelum tidur

Mematikanlah smartphone antara 30-60 menit sebelum kamu tidur. Hal itu akan membuatmu tidur dengan lebih cepat dan lelap sehingga ketika bangun kamu akan merasakan kondisi fisik yang lebih bugar. Lakukan kebiasaan ini mulai dari sekarang meski masih sulit dilakukan.

3.    Hapus beberapa aplikasi candu

Pasti semua orang mempunyai aplikasi di dalam smartphone yang sering dibuka. Aplikasi-aplikasi inilah yang menjadi candu bagi penggunanya. Jika kita sudah sampai kecanduan, ada baiknya untuk menghapus aplikasi tersebut guna mengurangi kecanduan. Alihkan waktu luangmu untuk melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat seperti membaca buku atau koran.

 Begitu banyaknya dampak negatif yang diakibatkan karena kecanduan penggunaan smartphone bagi kesehatan dan hidup kita. Jangan biarkan diri kita menjadi manusia smartphone dengan menghabiskan waktu-waktu produktif kita hanya dengan berselancar hal-hal yang tidak bermanfaat. Perbanyak berkomunikasi dengan orang terdekat supaya kehidupan kita menjadi lebih bermakna.

Sabtu, 09 April 2022

The Important Of Me Time


    Pada suatu kesempatan pasti kita akan merasa penat dengan aktifitas kita yang kita lakukan setiap hari yang memakan waktu berjam-jam dan berkesinambungan. Disini kita butuh waktu sendiri (me time) untuk melakukan charging supaya ada kekuatan dan semangat baru untuk memulai suatu aktifitas.

    Me time adalah meluangkan waktu untuk diri sendiri. Meluangkan diri untuk menikmati waktu serta berdamai dengan diri sendiri untuk mengembangkan potensi-potensi positif yang ada dalam diri. Me time bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa mengenal batasan usia artinya semua bisa melakukan me time. Waktu yang dibutuhkan dalam melakukan me time cukup antara 5-15 menit setiap hari. Jika butuh waktu yang lebih maka kita harus bisa berkomunikasi dengan diri kita sendiri sampaikan kapan kita akan melakukan me time sehingga tidak mengganggu waktu aktifitas dan kewajiban kita.

    Banyak cara yang bisa dilakukan untuk me time. Pada intinya cara melakukan me time adalah dengan melakukan hal yang sifatnya “positif dan yang kita sukai”. Contohnya bagi kebanyakan perempuan biasanya melakukan me time dengan perawatan pada tubuh menggunakan skin care, nonton film atau mendengar musik. Sedangkan pada laki-laki biasa diekspresikan dengan olahraga, main game atau ngopi bersama dengan teman.

    Dengan melakukan me time kita akan nyaman dengan diri kita sendiri, memberikan semangat atau inspirasi baru dalam melakukan aktifitas/rutinitas sehari-hari, lebih bisa menjadi diri sendiri. manfaat me time juga bisa untuk mengurangi rasa takut, insecure, khawatir dengan hal-hal yang diasumsikan tidak akan terjadi.

    Begitulah pentingnya me time bagi diri kita. Setiap aktifitas yang kita lakukan haendaknya bermanfaat bagi orang lain, namun jangan sampai diri kita merasa berat dan stress karena kegiatan kita sendiri. Maka lakukanlah me timemu sendiri untuk memberikan semangat dan inspirasi baru.

 

Malang, 9 April 2022