Jumat, 23 Juni 2023

APA ADA HUBUNGANNYA STRESS DENGAN KESEHATAN?


   


         Menurut Barseli et al (2020) stress merupakan respon dari organisme dari tuntutan-tuntutan yang terjadi (Barseli et al., 2020). Tuntutan yang dimaksud bisa berupa kejadian nyata yang telah terjadi atau hal-hal yang mungkin akan terjadi dan dianggap akan menjadi nyata. Sedangkan menurut  Gunawan et al (2018) pengertian stress adalah tekanan dalam kehidupan yang cukup sulit bagi seseorang. Stress ini akan terjadi pada seseorang yang tak mampu memahami akan keterbatasan dari kemampuan dirinya. Ketidak mampuan inilah yang nantinya akan menimbulkan rasa frustasi, gelisah, serta rasa bersalah yang menjadi ciri awal mengalami stress. Apabila kondisi tersebut tidak teratasi maka akan menjadi penyebab dari gangguan satu atau lebih oragan tubuh tidak menjalankan fungsinya dengan baik.

Stress umumnya dapat dirasakan ketika kita berada dalam suatu tekanan atau kesulitan akan menghadapi sesuatu. Stress ini akan membawa dampak positif dan negatif. Dampak positif dari stress adalah dengannya kita bisa bergairah mencapai tujuan dari target yang kita inginkan, namun negatifnya dapat berdampak negatif pada kesehatan. Stress yang berkepanjangan atau kronis (sangat berat) akan memberikan efek negatif pada kesehatan fisik dan mental (Unicef, 2016). Dari artikel yang dibuat oleh Luciana (2021), efek negatif stress pada kesehatan fisik antara:

1.    Sistem saraf

Dalam otak terdapat sistem saraf pusat yang tugasnya mengatur respon dari stress. Salah satu nama organ dalam otak yakni hipotalamus. Hipotalamus ini tugasnya adalah memberikan sinyal kepada kelenjar adrenal (kelenjar hormon) untuk melepaskan hormon stress adrenalin dan kortisol. Hormon inilah yang meningkatkan detak jantung untuk mengirimkan darah ke seluruh tubuh. Maka tidak heran jika kita mengelami stress maka kita akan merasa deg-degan. Untuk yang memiliki riwayat sakit jantung akan sangat membahayakan jika mengalami stress kronis. Saat jantung berdebar dengan cepat tekanan darah menjadi tinggi dan kemudian akan menimbulkan aliran darah tidak normal dan menimbulkan gangguan pada organ jantung. Tekanan darah tinggi inilah yang menjadi pemicu serangan jantung, gagal jantung hingga penyakit stroke (Hapsari, 2022).

2.    Pernapasan

Secara tidak langsung ketika mengalami stress, kita akan berpernapas lebih cepat. Hal ini disebabkan karena tubuh membutuhkan banyak darah yang mengandung banyak oksigen untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Untuk orang yang memiliki riwayat penyakit asama ketika dia mengalami stress yang tinggi maka akan membuat penderita semakin sulit untuk bernapas.

3.    Pencernaan

Stress dangan jangka waktu pendek akan menyebabkan kehilangan napsu makan dan proses pencernaan menjadi lebih lambat. Sedangkan stress pada tingkatan kronis akan memicu masalah Gastrointestinal (Gi) seperti konstipasi, diare, dan sakit perut.

4.    Sistem kekebalan tubuh

Tingkat stress yang tinggi akan menyebabkan tubuh menghasilkan hormon kortisol terus menerus. Kandungan hormon kortisol yang tinggi menyebabkan tubuh kebal akan hormon kortisol dan akibatnya akan mengganggu atau menurunkan kerja imunitas tubuh (Hutahuruk, 2021). Tidak heran bila orang yang terkena stress kronis akan rentan terkena virus atau jika memiliki penyakit maka dia akan lebih lama dalam proses penyembuhannya.

 

Dari beberapa penyakit yang sudah disebutkan di atas, tentunya kita tidak ingin mengalaminya bukan. Berikut adalah beberapa tips untuk mengtasi stress.

1.    Cari tahu apa penyebab stress

Kita haruslah mengetahui penyebab dari stress yang kita rasakan. Dengan mengenali penyebab stress tersebut kita akan bisa mengurangi stress yang terjadi menjadi lebih ringan. Misal kita berada pada iklim pekerjaan yang hectic, maka kita bisa mengambil jatah cuti untuk melakukan refreshing sebelum kembali fokus pada pekerjaan. Menurut dr. Pittara (2022) menuliskan dalam artikel yang dimuat dalam Web ALODOKTER menyebutkan beberapa faktor yang bisa menyebabkan stress sebagai berikut.

a)    Keluarga yang tidak harmonis

b)    Peristiwa yang membuat trauma

c)    Penyakit berjangka lama (kronis)

d)    Kesenjangan ekonomi

e)    Lingkungan yang tidak aman, seperti area konflik

f)     Beban pekerjaan

g)    Kejadian buruk, seperti perceraian atau PHK

2.    Kenali diri sendiri

Biasanya kita merasakan stress karena kita memaksakan diri mengerjakan banayk hal atau sesuatu pekerjaan di luar kemampuan diri. Oleh karenanya kita harus tahu kemampuan diri kita terlebih dahulu. Apakah nantinya kita mampu melakukan apa yang kita mau, berapa presentasenya dan bila perlu kita sudah memiliki rencana lain bila nanti hasil yang kita inginkan tidak berjalan dengan mulus. Lalu kita haruslah bisa memprioritaskan pekerjaan mana yang lebih penting diselesaikan terlebih dahulu dengan manajemen waktu yang baik.

3.    Mencari teman curhat

Saat mengalami masalah atau sedang merasa tertekan, sangat normal jika seseorang mulai menarik diri dan menjadi lebih diam dari biasanya. Umumnya, orang yang mengalami masalah merasa sulit saat harus menyampaikan apa yang dirasakan dan merasa bisa menyelesaikan masalah sendiri. Namun, hal ini ternyata malah bisa membuat keadaan menjadi semakin buruk, terutama terkait kesehatan mental. Bercerita, menyampaikan masalah, atau meminta pendapat mengenai hal yang sedang dialami terhadap teman dekat atau anggota keluarga sering menjadi pilihan untuk mengurangi perasaan stress yang dialami. Beberapa manfaat yang bisa didapat dari curhat dengan teman adalah memberi rasa tenang, tidak merasa sendirian, merasa mendapat dukungan dari orang sekitar, mencegah membuat kondisi menjadi lebih buruk, menemukan bantuan dan perawatan yang tepat untuk mengatasi masalah tanpa mengganggu kesehatan mental, serta menemukan solusi dari orang sekitar yang mungkin pernah mengalami hal serupa (Handayani, 2020).

4.    Melakukan Me Time

Me Time merupakan kegiatan atau waktu saat seseorang memberikan ruang khusus untuk dirinya sendiri agar bisa menjadi lebih tenang tanpa diganggu oleh pekerjaan, tugas, rutinitas, atau orang lain. Selain kegiatan me time ini berfungsi mengurangi perasaan stress penelitian psikologi menunjukkan jika me time dapat membantu tubuh untuk me-reboot otak. Hal ini berguna untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi dan produktivitas dalam jangka waktu yang panjang. Selain itu, kegiatan ini juga bisa membantu seseorang untuk lebih bersantai dan beristirahat. Beberapa cara me time yang sering dilakukan orang pada umumnya adalah membaca buku, journaling, jalan-jalan, olahraga, atau bersih-bersih rumah (Ananda, 2022).

5.    Tidur yang berkualitas

Berikut adalah tips yang tidak kalah penting. Dengan kita bisa tidur cukup setidaknya 7-9 jam/sehari semlaam, mengurangi konsumsi kafein dan melihat layar handphone sebelum tidur, serta bisa menyiapkan daftar to-do-list yang harus kita kerjakan esok hari. Dengan begitu, hal itu bisa membuat tidur kita lebih nyenyak karena tidak perlu berpikir akan tugas apa yang harus kita kerjakan keesokan hari.

 

Dari paparan di atas, kita sudah sedikit tahu penyebab dari stress dan bagaimana cara mengatasinya. Harapannya kita lebih bisa memprioritaskan kesehatan dibandingkan dengan karir atau uang. Uang bisa kita cari ketika tubuh kita sehat, namun bila kita sudah sakit kita tidak akan bisa mencari uang lagi. Dan ingat bahwasannya nikmat Tuhan yang tak ternilai harganya adalah kesehatan.


DAFTAR RUJUKAN

Ananda. 2022. Me Time adalah: Alasan, Jenis Kegiatan, dan Manfaatnya. Gramedia.com. (online), (https://www.gramedia.com/best-seller/me-time/#:~:text=Adapun manfaat dari melakukan me,kualitas hubungan dengan orang lain.), diakses .

Barseli, M., Ifdil, I. & Fitria, L. 2020. Stress akademik akibat Covid-19. JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia), 5(2), 95.

Gunawan, H., Stie, P. & Makassar, A. 2018. Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Kasus pada PT. Semen Bosowa Maros). Bongaya Journal of Research in Management, 1(2), 56–61.

Handayani, V.V. 2020. Curhat Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Mental, Ini Alasannya. (online), (https://www.halodoc.com/artikel/curhat-bisa-membantu-menjaga-kesehatan-mental-ini-alasannya), diakses .

Hapsari, G.P. 2022. Stres Berujung Penyakit Jantung Koroner, Kenapa Bisa? Kemenkes. (online), (https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1940/stres-berujung-penyakit-jantung-koroner-kenapa-bisa#:~:text=Tingginya tekanan darah juga muncul,gangguan pada kerja organ jantung.), diakses .

Hutahuruk, Y. 2021. manfaat balsam minyak lavender sebagai terapi penurun stres. Profil kesehatan kab.semarang, 41(6), 1–9.

Luciana, G. 2021. Stres Ganggu Kesehatan Fisikmu? Hubungan Stres dan Kesehatan Fisik. Satu Persen. (online), (https://satupersen.net/blog/hubungan-stres-dan-kesehatan-fisik), diakses .

Pittara. 2022. Stres. Alo Dokter. (online), (https://www.alodokter.com/stres), diakses .

Unicef. 2016. Apa itu stres? Unicef Indonesia. (online), (https://www.unicef.org/indonesia/id/kesehatan-mental/artikel/stres), diakses .